Minggu, 14 Juni 2015

Resensi Buku

NAMA : ARYO WIDJANARKO
NPM : 11112197
KELAS : 3KA38

IDENTITAS BUKU
Judul Buku  : Menuju Masyarakat belajar
Penulis   : Indra Djati Sidi, Ph.D
Penerbit           : PARAMADINA
Tahun Penerbit         : 2001
Tebal Buku   : xxiii + 116 Halaman

ISI BUKU
Membicarakan pendidikan melibatkan banyak hal yang harus direnungkan, sebab meliputi keseluruhan tingkah laku manusia yang dilakukan demi memperoleh kesinambungan, pertahanan dan peningkatan hidup. Karena itu renungan tentang apa yang dimaksudkan dengan pendidikan tidak terbatas hanya kepada pengajaran, tetapi juga peran mendidik anak melalui kebiasaan kesehariannya. Dewasa ini direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tengah mengalami masalah yang berkenan dengan kebijaksanaan tentang pemerataan dan perluasan pendidikan, yaitu belum tuntasnya wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun.

KELEBIHAN
Buku tulisan Indra Djati Sidi, Ph.D ini tidak hanya memberikan inspirasi konsep dan pelaksanaan pendidikan di sekolah-sekolah dasar dan luar sekolah, melainkan juga menjadi satu kritik bagi landasan pelaksanaan pendidikan di negeri ini. Karena itu, perlu disahuti keberanian dan kreativitasnya, karena tulisannya sungguh luar biasa, banyak ilmu yang terkandung didalamnya.

KEKURANGAN
Hamper keseluruhan buku ini tidak ada kekurangannya, tetapi jika tidak membaca berulang kali mungkin tidak mengerti, karena didalamnya terdapat bahasa asing yang sulit dimengerti oleh para pembaca pemula.

KESIMPULAN
Pendidikan memiliki peran yang sangat strategi dan efektif dalam pembentukan karakter bangsa. Pembentukan karakter peserta didik harus dilakukan melalui semua mata pelajaran, bukan semata-mata tanggung jawab pendidikan keimanan dan ketaqwaan saja. Disamping isi materi pelajaran, cara atau metode pembelajaran sangat penting untuk membentuk watak dan karakter siswa.

http://www.seocontoh.com/2014/03/contoh-resensi-buku.html

Presentasi Sejarah Motor Vespa

Sejarah Motor Vespa dan Model Motor Vespa Sejak Tahun 1884

Sejarah vespa dimulai lebih dari seabad silam, tepatnya 1884. Perusahaan Piaggio didirikan di Genoa, Italia pada tahun 1884 oleh Rinaldo Piaggio. Bisnis Rinaldo dimulai peralatan kapal. Tapi di akhir abad, Piaggio juga memproduksi Rel Kereta, Gerbong Kereta, body Truck, Mesin dan Kereta api. Pada Perang Dunia I, perusahaannya memproduksi Pesawat Terbang dan Kapal Laut.

Pada tahun 1917 Piaggio membeli pabrik baru di Pisa dan 4 tahun kemudian Rinaldo mengambil alih sebuah pabrik kecil di Pontedera di daerah Tuscany Italia. Pabrik di Pontedera inilah yang mana menjadi Pusat produksi pesawat terbang beserta komponen-komponennya (baling-baling, Mesin dan Pesawat) Selama Perang Dunia II, pabrik di Pontedera membuat P108 untuk mesin Pesawat dua penumpang dan Versi Pembom.



Pada akhir Perang Dunia II, pabrik Piaggio dibom oleh pesawat sekutu. Setelah perang usai, Enrico Piaggio mengambil alih Piaggio dari ayahnya (Rinaldo Piaggio). Pada saat itu perekonomian Italia sedang memburuk, Enrico memutuskan untuk mendisain alat transportasi yang murah. Enrico memutuskan untuk fokuskan perhatian perusahaannya pada masalah personal Mobility yg dibutuhkan masyarakat Italia.


Kemudian bergabunglah Corradino D.Ascanio, Insinyur bidang penerbangan yang berbakat yang merancang, mengkonsep dan menerbangkan Helikopter Modern Pertamanya Piaggio. D.Ascanio membuat rancangan yang simple,ekonomis, nyaman dan juga elegan. D.Ascanio memimpikan sebuah revolusi kendaraan baru.


Dengan mengambil gambaran dari tehnologi pesawat terbang, dia membayangkan sebuah kendaraan yang dibangun dengan sebuah Monocoque atau Unibody Steel Chassis. Garpu depan seperti Ban mendarat sebuah pesawat yang mana mudah untuk penggantian ban. Hasilnya sebuah design yg terinspirasi dari pesawat yang yang sampai saat ini berbeda dengan kendaraan yang lain.


Maka pada 1945, konstruksi alternatif tersebut ditemukan. Awalnya memang sebuah konsep sepeda motor berkerangka besi dengan lekuk membulat bagai terowong. Mengejutkan, ternyata bagian staternya dirancang dengan menggunakan komponen bom dan rodanya diambil dari roda pesawat tempur.


Guna mengoptimalkan bentuk dan keamanan penggunanya, pabrikan yang kala itu masih terbilang sebagai usaha kaki lima merancang papan penutup kaki pada bagian depan. Proyek ini langsung dipimpin oleh Corradino d.Ascanio. Karena itu, hak paten pun segera dapat mereka kantongi.


Hasilnya, muncullah pertama kali produk motor dengan seri MP5. Kendaraan ini berteknologi sederhana tetapi punya bentuk yang amat menarik, bagai binatang penyengat (lebah/tawon) karena bentuk kerangkanya.


Namun, karena bentuk penutup pengaman yang bagai papan selancar itu, sejumlah pekerja di pabrik Piaggio pun bahkan mengatakannya sebagai motor Paperino. Harap diingat, Paperino adalah sindiran sinis untuk tokoh Donald Duck (bebek). Maka, d.Ascanio pun putar akal untuk memperbaiki model tersebut.


D.ascanio hanya membutuhkan beberapa hari untuk mengonsep ulang bentuk desain kendaraannya dan prototipnya diberi nama MP6. Saat Enrico Piaggio melihat protototip MP6 itu, ia secara tak sengaja berseru Sambra Una Vespa (terlihat seperti Tawon). Akhirnya dari seruan tak sengaja itu, diputuskan kendaraan ini dinamakan Vespa (tawon dalam bahasa Indonesia). Pada April 1946, prototip MP6 ini mulai diproduksi masal di pabrik Piaggio di Pontedera, Italia.



Pada Akhir 1949, telah di produksi 35000 unit dan dalam 10 tahun telah memproduksi 1 Juta unit dan pada pertengahan tahun 1950. Selama tahun 1960-an dan 1970-an Vespa menjadi simbol dari revolusi gagasan pada waktu itu.


Perkembangan selanjutnya, produk ini ternyata laris diserap pasar Prancis, Inggris, Belgia, Spanyol, Brazil, dan India , selain di pasar domestik produk ini laku bagai kacang goreng. Selain itu, India pun memproduksi jenis dan bentuk yang sama dengan mengambil mesin Bajaj. Jenisnya adalah Bajaj Deluxe dan Bajaj Super. Sejumlah pihak lantas mengajukan lamaran untuk joint membuat Vespa. Maka pada 1950 munculah Vespa 125 cc buatan Jerman.


Pada saat itu banyak negara lain yang mencoba membuat produk serupa, tetapi ternyata mereka tak sedikit pun mampu menyaingi Piaggio. Di antara pesaing itu adalah Lambretta, Heinkel, Zundapp, dan NSU. Bagi masyarakat Indonesia, produk Lambretta dan Zundapp, sempat populer di era 1960-an.


Selidik punya selidik, fanatisme terhadap Vespa ternyata muncul akibat ciri dasar bentuk motor ini yang selalu dipertahankan pada setiap produk berikutnya. Bahkan saat mereka terbilang melakukan revolusi bentuk pada produk baru, Vespa 150 GS, kekhasan pantat bahenol masih terasa melekat.


Produk 150 GS  kala itu dikenal sebagai Vespamore dan hampir selalu tampil di tiap film tahun 1960-an  memang kemudi dan lampu sorotnya mulai dibuat menyatu. Tetapi, secara keseluruhan apalagi bentuk pantatnya, benar-benar masih membulat. Dan cerita terus berlanjut saat ini dengan model generasi baru Vespa, mempersembahkan Vespa ET2, Vespa ET4, Vespa Granturismo dan Vespa PX150. Vespa bukan hanya sekedar Scooter tapi salah satu Icon besar orang Italia.


Demam Vespa di tanah air sangat di pengaruhi oleh Vespa Congo. Vespa diberikan sebagai Penghargaan oleh Pemerintah Indonesia terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di Congo saat itu.


Menurut beberapa narasumber, setelah banyak Vespa Congo berkeliaran di jalanan, mulailah Vespa menjadi salah satu pilihan kendaraan roda dua di Indonesia. Importir lokal turut mendukung perkembangan Vespa di tanah air.


Sampai saat ini sudah puluhan varian Vespa yang mampir di Indonesia. Dari yang paling tua hingga yang paling baru ada di Indonesia. Sampai saat ini Indonesia mungkin masih bisa disebut sebagai surganya Vespa. Maraknya ekspor Vespa, sedikit banyak mengurangi populasi Vespa di Indonesia.


Berbagai Jenis Vespa Dari Tahun Ke Tahun
1943 MP 5 Paperino / Donal Bebek

Ide untuk membuat sebuah produk untuk konsumsi massa dengan biaya murah telah memacu semangat Enrico Piaggio untuk mempelajari dan menemukan solusi agar tetap dapat melanjutkan produksi pada masa perang berakhir. Di sebuah pabrik di kota Biella, terciptalah skuter motor yang prototipenya dibuat oleh Ir. Renzo Spolti bersama stafnya. Skuter ini diberi nama MP5 (Moto Piaggio 5), sedangkan para buruh menyebutnya Donal Bebek. Namun ternyata Enrico Piaggio kurang menyukai prototipe itu. Karena itulah ia mempercayakan Corradino D.Ascanio untuk mempertimbangkan lagi dan membuat sesuatu yang berbeda dan lebih maju baik dari segi teknis maupun desain. D.Ascanio tidak melakukan perubahan pada skuter Donal Bebek itu, tetapi ia menciptakan kendaraan yang sama sekali baru, yaitu Vespa!



Sebelum Vespa, skuter Donal Bebek itu sempat diproduksi sekitar 100 buah. Saat ini skuter itu sangat diminati dan dicari oleh para kolektor seluruh dunia.
1945 MP 6 Prototype


Pada bulan April 1946, sepeda motor ringan dan serbaguna ini diperkenalkan untuk pertama kalinya kepada publik di sebuah perkumpulan pemain golf di Roma. Di perisainya terpasang logo Piaggio baru untuk pertama kalinya, menggantikan lambang pesawat yang ada di sana sebelumnya.



Majalah Motorciclismo dan La Moto memuat skuter baru ini sebagai cover majalah mereka dan langsung menimbulkan rasa penasaran, keterkejutan dan bahkan, skeptisme di masyarakat.

50 buah berasal dari pabrik di Pontedera sekaligus ditawarkan pada acara launching resminya. Pemasaran Vespa, pada bulan-bulan pertama dilakukan melalui jaringan dealer mobil Lancia. Pada tahun pertama telah memproduksi 2.484 buah. Inilah awal petualangan skuter yang paling terkenal di dunia. Harga model ini adalah 55.000, sedang versi deluxe dijual dengan harga 66.000.

1946 Vespa 98


Pada seri kedua, Vespa 98 diproduksi sebanyak 16.500 buah. Terlihat perbaikan yang signifikan dibanding pendahulunya, baik dari segi estetika maupun teknis-fungsionalnya. Bagian depan tak lagi memiliki bukaan pintu dan ukurannya diperkecil agar penggantian roda lebih mudah. Ini karena pada masa seusai perang, kondisi jalan sangat buruk sehingga mudah terjadi kebocoran ban. Tuas starternya memiliki bentuk yang lebih ergonomis sehingga lebih mudah dioperasikan. Selain itu terdapat perubahan ukuran dan bentuk lampu-lampunya.

Warna silver metaliknya mengingatkan kita pada pesawat Piaggio. Majalah-majalah yang terbit saat itu mengabarkan bahwa untuk dapat memiliki Vespa 98, peminat harus menunggu (inden) hingga delapan bulan. Akibatnya muncul pasar gelap sehingga Vespa dijual dua kali lipat dari harga resminya, yaitu 55.000 untuk model basic dan 61.000 untuk model mewah.

http://www.kecebur.com/2013/08/sejarah-motor-vespa-dan-model-motor.html

Autobiografi

                                                               AUTOBIOGRAFI

AKU ADALAH AKU ,Nama saya Aryo Widjanarko saya lahir di jakarta pada tanggal 04 Maret 1994 ,saya anak pertama dari 4 bersaudara ,nama adik saya yang pertama Rizkha Dwi Chandrika Sari,adik saya yang yang kedua bernama Amelinda Tripramestya,dan adik saya yang ketiga bernama Dannia Khoirunissa. Saya termasuk orang yang suka bercanda di dalam keluarga saya. Ya meskipun kedua orangtua saya sangat tegas dalam mendidik ank-anaknya.
Saya memulai sekolah dari umur 4 tahun samapai 5 tahun di TK(Taman Kanak-Kanak) di TK Nurmala Hikmah pondok kelapa, setahun kemudian pindah rumah tepatnya diperumahan villa indah permai dan untuk memulai masuk sekolah SDN 07 Teluk Pucung Bekasi Utara dimulai dari kelas 1 SD sampai kelas 6 SD alhamdulilah tidak terlalu bodoh lah untuk memahami pelajaran apa yang selama ini dijelaskan oleh Bapak dan Ibu guru,dan juga terlalu banyak kenangan pada masa itu ,dari hobi mengkoleksi kartu gambaran,mainan tamiya,koleksi mobil remote control,hot wheels,kelereng dan masih banyak lagi apalagi kalo bermainnya bersama-sama dengan teman. Kalo dulu itu sehabis istirahat enaknya bermain dengan teman-teman apalagi dengan bermain polisi maling,petak umpet,galaksin,adu benteng,apalagi dulu anak-anak kelas terutama anak cowok sering banget main bola dihalaman sekolah sampai-sampai memecahkan kaca jendela kantor ruangan bapak dan ibu guru,nendang bola sampai keluar pager sekolah dan masih banyak lagi, beda dengan anak-anak SD jaman sekarang sudah lebih mengenal gadged  daripada permainan-permainan jaman dulu,kenapa anak-anak jaman sekarang lebih mementingkan gadged daripada bermain bersama teman-teman ? padahal permain seperti petak umpet lebih seru daripada gadged.
Lanjut pada pendidikan lagi setelah lulus SD saya masuk SMP N 21 Bekasi ya bisa dibilang sekolah favorit gitu dan lokasi sekolah lebih dekat dengan rumah saya. Kenangan semasa SMP itu lebih banyak padahal sekolah cuman 3 tahun dibanding sekolah SD yang sampai 6 tahun. Dimulai dari sukanya terhadap teman perempuan padahal masih dibilang bocah ,ingin menjadi anak band ,pokoknya banyak deh sampai lupa. Dulu saya masuk exschool basket itu juga sebentar doang diexschool basket,tapi setidaknya mendapatkan ilmu basket itu dan menambahkan teman.
Setelah lulus SMP saya lanjut bersekolah di MAN 1 KOTA BEKASI tadinya saya tidak mau sekolah disini ,tetapi setelah saya jalani sepenuh hati akhirnya saya bisa nyaman sekolah ini. Lalu saya mendapatkan banyak teman selain teman rumah dan teman sekolah, bahkan sejak bergaul dengan teman-teman yang lain sering kita bertukar pikiran mulai dari hal yang mudah hingga hal tersulit, kenangan-kenangan mulai dari sd,smp,sma hal yang tidak bisa terlupakan sama sekali bahkan sampai hal yang konyol pun sampai sekarang teringat didalam pikiran. Saya pun tidak akan lupa dengan jasa guru-guru yang pernah mendidik saya, kalo kata pepatah itu “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”.

Kemudian setelah lulus dari SMA lanjut ke perguruan tinggi UNIVERSITAS GUNADARMA. Awalnya mencari teman diperguruan tinggi itu gampang gampang susah, tetapi setelah menjalankan seiringnya waktu banyak teman yang saling berkenalan. Makin kesini makin banyak teman dan ilmu yang kita bisa dapat dari teman-teman yang lain. Demikian autobiografi yang saya buat meskipun isinya sedikit semoga bermanfaat buat orang lain terimakasih.